thumb

PENDIDIKAN KABUPATEN LUWU TIMUR

8 bulan yang lalu by Author

A. Profil Bidang Pendidikan

Pendidikan Merupakan Salah Satu Upaya Untuk Meningkatkan Kecerdasan Dan Keterampilan Manusia, Sehingga Kualitas Sumber Daya Manusia Bergantung Pada Kualitas Pendidikan Yang Dicapai.

Pentingnya Pendidikan Tercermin Dalam UUD 1945 Yang Menyatakan Bahwa Pendidikan Memiliki Andil Besar Terhadap Kemajuan Sosial Ekonomi Dan Kesejahteraan Suatu Bangsa.

Setiap Penduduk Indonesia Berhak Atas Kehidupan Yang Layak. Salah Satu Upaya Yang Dilakukan Untuk Mencapai Kehidupan Yang Layak Tersebut Adalah Pencapaian Melalui Pendidikan Pendidikan, Bagi Semua Dengan Lapisan Masyarakat (education For All) Bagi Tua Dan Muda, Miskin Maupun Kaya, Dan Laki-laki Maupun Perempuan.

Salah Satu Pilar Pembangunan Pendidikan Adalah Perluasan Dan Pemerataan Pendidikan Dengan Indikator Antara Lain : Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Sekolah (APS), Angka Partisipasi Murni (APM) Dan Angka Buta Aksara/Angka Melek Aksara, Dimana Ketimpangangenderdapat Terlihat Dari Representasi Perempuan Dan Laki-laki Pada Data Indikator Tersebut.

1. Angka Partisipasi Kasar (APK)

Pendidikan Suatu Wilayah Dapat Diketahui Melalui Berbagai Indikator.Indikator Yang Sering Digunakan Untuk Mengetahui Tingkat Pendidikan Secara Umum Adalah Angka Partisipasi Kasar (APK).

Indikator Ini Juga Bisa Digunakan Untuk Mengukur Pencapaian Kesetaraan Gender Dalam Bidang Pendidikan. Definisi Dari Angka Partisipasi Kasar (APK) Adalah Sebagai Perbandingan Antara Jumlah Murid Pada Jenjang Pendidikan Tertentu (SD, SLTP, SLTA Dan Sebagainya) Dengan Penduduk Kelompok Usia Sekolah Yang Sesuai, Angka APK Dinyatakan Dalam Persentase.

Angka Hasil Perhitungan Tersebut (APK) Digunakan Untuk Mengetahui Banyaknya Anak Yang Bersekolah Di Suatu Jenjang Pendidikan Tertentu Pada Wilayah Tertentu.

Analisis Dari APK Adalah Semakin Tinggi Nilai APK Berarti Semakin Banyak Anak Usia Sekolah Yang Bersekolah Di Suatu Jenjang Pendidikan Pada Suatu Wilayah. Nilai APK Bisa Lebih Besar Dari 100 % Karena Terdapat Murid Yang Berusia Di Luar Usia Resmi Sekolah, Terletak Di Daerah Kabupaten, Atau Terletak Pada Daerah Perbatasan.

Banyaknya Murid Yang Sekolah Dapat Menunjukkan Adanya Kesadaran Masyarakat Dalam Mengenyam Pendidikan Menuju Kepada Kehidupan Yang Lebih Baik Dan Berkualitas.

APK Menurut ”The UN GuidelinesIndicators For Monitoring The Millenium Development Goals”, Angka Ini Lebih Baik Daripada Perbandingan Jumlah Absolute Murid Laki-laki Dan Perempuan.

APK Diperlukan Karena Adanya Perbedaan Yang Relatif Besar Antara Jumlahpenduduk Perempuan Dan Laki-laki, Sehingga Rasio Jumlah Siswa Saja Belum Dapat Menggambarkan Kesetaraan Dan Keadilan Gender.

APK Juga Digunakan, Mengingat Masih Tingginya Siswa Berusia Lebih Tua Dari Kelompok Usia Yang Semestinya (overage), Sehingga APK Di Tingkat SD, SLTP Dan SMU Lebih Rendah Dibaningkan Dengan APK.

Pada Tabel Dibawah Menunjukkan Pencapaian APK Menurut Jenis Kelamin, Melihat Angka-angka Tersebut Bahwa Program Wajib Belajar 6 Tahun Telah Tercapai, Namun Program Wajib Belajar 9 Tahun Belum Tercapai Di Semua Kabupaten.

Tren Angka Partisipasi Kasar Di Kabupaten Luwu Timur Tahun 2022 -2023 Dapat Dilihat Pada Tabel 7, Dimana Nilainya Menujukkan Peningkatan. Tahun 2023 Angka Partisipasi Kasar Meningkat Untuk Semua Jenjang Pendidikan.

Keberhasilan Ini Tentunya Terkait Dengan Beberapa Program Pendidikan Yang Telah Dicanangkan Pemerintah, Baik Pemerintah Pusat Maupun Pemerintah Daerah. Program Pemerintah Yang Berpengaruh Langsung Ini Antara Lain Program Wajib Belajar, Pendidikan Dasar 9 Tahun Dan Kejar Paket.

2. Angka Partisipasi Sekolah (APS)

Untuk Mengetahui Seberapa Banyak Penduduk Usia Sekolah Yang Sudah Dapat Memanfaatkan Fasilitas Pendidikan, Dapat Dilihat Dari Penduduk Yang Masih Sekolah Pada Umur Tertentu Yang Lebih Dikenal Dengan Angka Partisipasi Sekolah (APS).

Angka Partisipasi Sekolah (APS) Didefinisikan Sebagai Perbandingan Antara Jumlah Murid Kelompok Usia Sekolah Tertentu Yang Bersekolah Pada Berbagai Jenjang Pendidikan Dengan Penduduk Kelompok Usia Sekolah Yang Sesuai Dan Dinyatakan Dalam Persentase.

Indikator Ini Digunakan Untuk Mengetahui Banyaknya Anak Usia Sekolah Yang Telah Bersekolah Di Semua Jenjang Pendidikan. Makin Tinggi APS Berarti Makin Banyak Anak Usia Sekolah Yang Bersekolah Di Suatu Daerah.

Nilai Ideal APS = 100 % Dan Tidak Akan Terjadi Lebih Besar Dari 100 %, Karena Murid Usia Sekolah Dihitung Dari Murid Yang Ada Di Semua Jenjang Pendidikan Pada Suatu Daerah. APS Berkecenderungan Meningkat Pada Semua Kelompok Umur Baik Anak Laki-laki Maupun Anak Perempuan.

Menurut Data Pada Tabel 8 Dapat Kita Lihat Perbandingan APS Tahun 2023 Dimana APS Tertinggi Pada Golongan Umur 7 -12 Tahun Atau Usia Sekolah Dasar Dan Terendah Pada Kelompok Umur 19-23. Pada Table Juga Tergambar APS Perempuan Lebih Tinggi Di Bandingkan APS Laki-laki.

Hal Tersebut Merupakan Suatu Pencapaian Yang Baik, Tetapi Walaupun Demikian Pemerintah Harus Dapat Mempertahankan Angka Partisipasi Sekolah Tersebut Sehingga Kedepannya Semua Anak Sudah Dapat Bersekolah Sesuai Dengan Pemenuhan Haknya Dan Tidak Ada Ditemukan Anak Yang Bekerja Pada Waktu Atau Jam Sekolah Sesuai Dengan Golongan Umurnya Dan Tingkat Pendidikannya.

3. Angka Partisipasi Murni (APM)

Indikator Lainnya Yang Digunakan Untuk Mengukur Pencapaian Kesetaraan Gender Dalam Bidang Pendidikan Adalah Angka Partisipasi Murni (APM).

Angka Partisipasi Murni (APM) Didefinisikan Sebagai Perbandingan Antara Jumlah Siswa Kelompok Usia Sekolah Pada Jenjang Pendidikan Tertentu Dengan Penduduk Usia Sekolah Yang Sesuai Dan Dinyatakan Dalam Persentase. Angka Partisipasi Murni Kabupaten Luwu Timur.

Indikator APM Ini Digunakan Untuk Mengetahui Banyak Anak Usia Sekolah Yang Sesuai. Semakin Tinggi APM Bebarti Banyak Anak Usia Sekolah Yang Bersekolah Pada Suatu Jenjang Pendidikan Tertentu.

Nilai Ideal APM = 100 % Karena Adanya Murid Usia Sekolah Dari Luar Daerah Tertentu, Diperbolehkannya Mengulang Di Setiap Tingkat, Daerah Kabupaten, Atau Daerah Perbatasan.

APM Merupakan Salah Satu Tolak Ukur Yang Digunakan MDGs Dalam Mengukur Pencapaian Kesetaraan Gender Dibidang Pendidikan. Pendidikan Yaitu SD Untuk Penduduk Usia 7-12 Tahun, SMP Untuk Penduduk Usia 13-15 Tahun, Dan SMA Untuk Penduduk Usia 16-18 Tahun Dan Perguruan Tinggi Usia 19-24.

Secara Umum Capaian APM Di Luwu Timur Pada Tahun 2023 Yaitu Mengalami Peningkatan Dibandingkan Tahun 2022. Gambaran Secara Umum Angka Partisipasi Murni Dapat Dilihat Bahwa Terjadi Peningkatan Yang Signifikan Terhadap Angka Partisipasi Murni Pada Setiap Kelompok Umur Dari Tahun 2022 – 2023.

4. Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Dan Jenis Kelamin

Indikator Lain Yang Digunakan Untuk Mendapatkan Gambaran Tentang Pencapaian Pencapaian Kesetaraan Gender Dalam Bidang Pendidikan Yaitu Dengan Melihat Komposisi Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Tertinggi Yang Ditamatkan.

Kondisi Penduduk Di Kabupaten Luwu Timur Pada Tahun 2023 Bisa Dikatakan Masih Memiliki Kualitas Rendah Karena Sebagian Besar Penduduk Masih Berpendidikan SLTA/sederajat.

Proporsi Penduduk Yang Berada Pada Jenjang Pendidikan SLTA/Sederajat Ke Bawah Sebesar 25,09 %. Artinya Separuh Lebih Penduduk Di Kabupaten Luwu Timur Masih Berpendidikan Rendah.

Kondisi Ini Sudah Lebih Baik Dibandingkan Tahun Sebelumnya Dimana Proporsi Penduduk Lebih Banyak Di Tingkat Pendidikan SLTP, Hal Ini Tentu Karena Pendidikan Mendapatkan Perhatian Serius Dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

5. Rata-Rata Lama Sekolah

Rata-rata Lama Sekolah Mengindikasikan Makin Tingginya Pendidikan Yang Dicapai Oleh Masyarakat Di Suatu Daerah.Semakin Tinggi Ratarata Lama Sekolah Berarti Semakin Tinggi Jenjang Pendidikan Yang Dijalani.

Mengingat Rata-rata Lama Sekolah Merupakan Dampak Dari Berbagai Proses Ekonomi, Sosial, Dan Budaya Yang Sekaligus Juga Mencerminkan Kondisi Sosial, Ekonomi Dan Budaya Masyarakat, Maka Perubahan Besaran Rata-rata Lama Sekolah Sangat Kecil Dalam Waktu Relatif Singkat, Seperti Dalam Perubahan Tahunan.

Salah Satu Usaha Pemerintah Untuk Meningkatkan Rata- Rata Lama Sekolah, Pemerintah Telah Mencanangkan Program Wajib Belajar 9 Tahun Atau Pendidikan Dasar Hingga Tingkat SLTP, Serta Pendidikan Gratis Hingga Tingkat SMA. Pada Tabel 19 Menunjukan Peningkatan Jumlah Rata Rata Lama Sekolah Dari Tahun 2021 – 2023.

6. Angka Putus Sekolah

Angka Putus Sekolah Didefinisikan Sebagai Perbandingan Antara Jumlah Murid Putus Sekolah Pada Jenjang Pendidikan Tertentu (SD, SLTP, SLTA Dan Sebagainya) Dengan Jumlah Murid Pada Jenjang Pendidikan Tertentu Dan Dinyatakan Dalam Persentase.

Hasil Perhitungan Angka Putus Sekolah Ini Digunakan Untuk Mengetahui Banyaknya Siswa Putus Sekolah Di Suatu Jenjang Pendidikan Tertentu Pada Wilayah Tertentu. Semakin Tinggi Angka Putus Sekolah Berarti Semakin Banyak Siswa Yang Putus Sekolah Di Suatu Jenjang Pendidikan Pada Suatu Wilayah.

Angka Putus Sekolah Dapat Mengindikasikan Tingkat Keberhasilan Atau Kegagalan Sistem Pendidikan Menurut Jenjangnya Ataupun Menggambarkan Kemampuan Penduduk Menyelesaikan Pendidikan Pada Jenjang-jenjang Tertentu.

Tentunya Indikator Ini Tidak Dapat Mengetahui Faktor Penyebab Putus Sekolah Tersebut. Angka Putus Sekolah Dapat Mengindikasikan Tingkat Keberhasilan/ Kegagalan Sistem Pendidikan Menurut Jenjangnya Maupun Menggambarkan Kemampuan Penduduk Menyelesaikan Pendidikan Tertentu.

Dari Tabel 9 Tampak Bahwa Angka Putus Sekola H Dari Jenjang SD, SMP Hingga SMA Menunjukkan Kenaikan. Angka Putus Sekolah Tersebut Memperlihatkan Perempuan Lebih Besar Dibandingkan Laki-laki. Artinya Pelajar Perempuan Relatif Lebih Rentan Terhadap Putus Sekolah Dibandingkan Dengan Pelajar Laki-laki.

7. Angka Melek Huruf Dan Buta Aksara

Salah Satu Indikator Pencapaian Kesetaraan Gender Menurut SDGs Adalah Angka Melek Huruf Penduduk Usia 15-24 Tahun. Angka Melek Huruf Adalah Proporsi Penduduk Usia 15 Tahun Keatas Yang Memiliki Kemampuan Membaca Dan Menulis Kalimat Sederhana Dalam Huruf Latin Huruf Arab, Dan Huruf Lainnya (seperti Huruf Jawa, Kanji, Dll) Terhadap Penduduk Usia 15 Tahun Keatas.

Kelompok Penduduk Usia Sekolah Ini Adalah Kelompok Penduduk Usia Produktif, Sebagai Sumber Daya Pembangunan Yang Seharusnya Memiliki Pendidikan Yang Memadai Dan Keterampilan Untuk Mendapatkan Pekerjaan Yang Layak.

Oleh Karena Itu, Dianggap Penting Untuk Melihat Perkembangan Kemajuan Indikator Ini. Keberhasilan Pembangunan Juga Dapat Dilihat Dari Segi Pendidikan. Oleh Sebab Itu Pemerintah Telah Mencanangkan Pemberantasan Buta Huruf.

Tren Data Menunjukkan Pada Tahun 2021 – 2023 Mengalami Kenaikan. Hal Ini Menunjukkan Keberhasilan Program Wajib Belajar 12 Tahun.

logo
SENTUH HATI Kabupaten Luwu Timur
Aplikasi Sentuh Hati Luwu Timur berbasis mobile dapat memudahkan masyarakat dalam melihat informasi gender dan data anak pada Kabupaten Luwu Timur.
logo logo

© SISTEM INFORMASI GENDER DAN ANAK (SIGA)