thumb

Profil Bidang Kesehatan Kabupaten Luwu Timur

7 bulan yang lalu by Author

A. Profil Bidang Kesehatan

Kesehatan Merupakan Salah Satu Indikator Kesejahteraan Penduduk Sekaligus Indikator Keberhasilan Program Pembangunan.

Kesehatan Berdampak Pada Produktifitas Perorangan Dan Kelompok, Sehingga Pembangunan Dan Berbagai Upaya Di Bidang Kesehatan Diharapkan Dapat Menjangkau Semua Lapisan Masyarakat Serta Tidak Diskriminatif Dalam Pelaksanaannya, Program Di Bidang Kesehatan Untuk Laki-laki Dan Perempuan Haruslah Sama.

Berdasarkan UU No. 23/1992 Tujuan Pembangunan Kesehatan Adalah Meningkatkan Kesadaran, Kemauan Dan Kemampuan Hidup Sehat Bagi Setiap Orang Agar Terwujud Derajat Kesehatan Yang Tinggi.

Selain Itu, Dalam UU No. 17 Tahun 2007 Tentang RPJPN Disebutkan Bahwa Tantangan Pembangunan Bidang Kesehatan Yang Dihadapi Diantaranya Adalah Mengurangi Kesenjangan Status Kesehatan Masyarakat Dan Akses Terhadap Pelayanan Kesehatan Antar Wilayah, Tingkat Sosial Ekonomi, Dan Gender.

Salah Satu Program Pemerintah Dalam Mewujudkan Derajat Kesehatan Bagi Seluruh Penduduk Adalah Peningkatan Pelayanan Kesehatan Yang Didukung Oleh Sarana Dan Prasarana Kesehatan Yang Memadai Di Tiap Kecamatan.

Selain Itu, Hal Pokok Yang Juga Harus Diperhatikan Adalah Perluasan Akses Kesehatan, Khususnya Kepada Rakyat Miskin Dan Perempuan Di Seluruh Desa/kelurahan.Akses Merupakan Hal Yang Sangat Terkait Dengan Isu Gender.

Derajat Kesehatan Perempuan Secara Umum Dapat Diukur Melalui Ketersediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Seperti Tenaga Kesehatan Terutama Bidan Selain Itu Dipengaruhi Juga Oleh Rata-rata Angka Harapan Hidup, Jumlah Akseptor KB, Serta Angka Kematian Bayi Yang Secara Langsung Terkait Dengan Tingkat Kesehatan Ibu.

1. Jumlah Kematian Ibu

Angka Kematian Ibu (AKI) Adalah Banyaknya Perempuan Yang Meninggal Dari Suatu Sebab Kematian Terkait Dengan Gangguan Kehamilan Atau Penanganannya (tidak Termasuk Kecelakaan Atau Kasus Insidentif) Selama Kehamilan, Melahirkan Dan Dalam Masa Nifas (42 Hari Setelah Melahirkan).

Tanpa Memperhitungkan Lama Kehamilan. Indikator Ini Secara Langsung Digunakan Untuk Memonitor Kematian Terkait Dengan Kehamilan.

AKI Dipengaruhi Oleh Beberapa Faktor Termasuk Status Kesehatan Secara Umum, Pendidikan Dan Pelayanan Selama Kehamilan Dan Melahirkan.

AKI Mengacu Pada Jumlah Kematian Ibu Yang Terkait Dengan Masa Kehamilan, Persalinan Dan Nifas. Berikut Data Dinas Kesehatan Menunjukkan Bahwa AKI Dari Tahun 2023 Semakin Menurun Dibanding Tahun 2020.

2. Penyebab Kematian Ibu Melahirkan

Rendahnya Kesadaran Masyakarat Tentang Kesehatan Ibu Hamil Menjadi Faktor Penentu Angka Kematian, Meskipun Masih Banyak Faktor Yang Harus Diperhatikan Untuk Menangani Masalah Ini.

Persoalan Kematian Yang Terjadi Lantaran Indikasi Yang Lazim Muncul, Yakni Pendarahan, Keracunan Kehamilan Yang Disertai Kejang-kejang, Aborsi, Dan Infeksi. Namun, Ternyata Masih Ada Faktor Lain Yang Juga Cukup Penting.

Misalkan, Pemberdayaan Perempuan Yang Tidak Begitu Baik, Latar Belakang Pendidikan, Sosial Ekonomi Keluarga, Lingkungan Masyarakat Dan Politik, Kebijakan Juga Berpengaruh.

Kaum Lelaki Pun Dituntut Harus Berupaya Aktif Dalam Segala Permasalahan Bidang Reproduksi Secara Lebih Bertanggungjawab.

Selain Masalah Medis, Tingginya Kematian Ibu Juga Karena Masalah Ketidaksetaraan Gender, Nilai Budaya, Perekonomian Serta Rendahnya Perhatian Laki-laki Terhadap Ibu Hamil Dan Melahirkan.

Oleh Karena Itu, Pandangan Yang Menganggap Kehamilan Adalah Peristiwa Alamiah Perlu Diubah Secara Sosiokultural Agar Perempuan Dapat Perhatian Dari Masyarakat.

Sangat Diperlukan Upaya Peningkatan Pelayanan Perawatan Ibu Baik Oleh Pemerintah, Swasta, Maupun Masyarakat Terutama Suami.

Penyebab Kematian Ibu Melahirkan Secara Umum Dapat Dikelompokkan Berdasarkan Penyebabnya, Yaitu: Eklamsi/PreEklamsi, Pendarahan, Sepsis/ Infeksi, Penyakit Jantung, Emboli Air Ketuban,Ca Mammae, Dan Penyebab Lain-lain.

3. Cakupan Pertolongan Persalinan Dan Layanan Nifas

Target Kementerian Kesehatan Untuk Mencapai 90 Persen Persalinan Bisa Ditolong Oleh Tenaga Medis Pada Tahun 2010 (Depkes, 2010) Merupakan Salah Satu Alat Ukur Dan Evaluasi Dalam Hal Keberhasilan Pemerintah Dalam Meningkatkan Kesehatan Kaum Ibu, Khususnya Kesehatan Menjelang Dan Selama Kehamilan Sampai Melahirkan, Perawatan Masa Nifas, Dan Turut Menyehatkan Balitanya Melalui Air Susu Ibu (ASI).

Tingginya Angka Kematian Bayi Dan Angka Kematian Ibu Di Indonesia Jelas Dipengaruhi Oleh Faktor Penolong Persalinan Oleh Bukan Tenaga Medis.

4. Perempuan Menurut Umur Kawin Pertama

Perkawinan Usia Dini Berpengaruh Pada Kesehatan Perempuan Maupun Anak Yang Dilahirkan. Pedewasaan Usia Perkawinan Telah Dicetuskan Pada Konferensi Internasional Kependudukan Dan Pembangunan (ICPD) Pada Tahun 1994 Di Khairo, Mesir.

Konferensi ICPD Khairo Menyebutkan 12 Hak Yang Berkaitan Dengan Reproduksi, Diantaranya Adalah Hak Untukpenundaan Usia Perkawinan.

Tujuan Penundaan Usia Perkawinan Adalah Untuk Meningkatkan Pengetahuan Dan Kesadaran Remaja Dalam Pengelolaan Program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR). Penundaan Masa Perkawinan Dan Kehamilan Memiliki Alasan Yang Objektif.

Bila Usia Perkawinan Pertama Wanita Dilakukan Pada Usia Kurang Dari 20 Tahun Dengan Kondisi Rahim Dan Pinggul Belum Optimal, Kemungkinan Memiliki Resiko Medis, Seperti Keguguran Serta Kemungkinan Kesulitan Dalam Persalinan, Menjadi Lebih Besar.

5. Angka Kematian Bayi

Angka Kematian Balita (0-4 Tahun) Adalah Jumlah Kematian Anak Umur 0-4 Tahun Per 1.000 Kelahiran Hidup. AKB Menggambarkan Tingkat Permasalahan Kesehatan Anak Dan Faktor-faktor Lain Yang Berpengaruh Terhadap Kesehatan Anak Balita Seperti Gizi, Kecelakaan.

Sanitasi, Penyakit Menular Dan Salah Satu Ukuran Keberhasilan Pembangunan Kesehatan Adalah Menurunnya Angka Kematian Bayi (AKB).

Bayi Perempuan Memiliki Daya Tahan Yang Lebih Besar Dibandingkan Dengan Bayi Laki-laki. Di Kabupaten Luwu Timur Angka Kematian Bayi Tahun 2022 Dapat Kita Lihat Pada Tabel 17 Dimana Jumlah Bayi Mati Sebanyak 54 Orang Yakni Yang Tertinggi Di Kecamatan Wotu Dan Tomoni Yaitu Sebanyak 8 (delapan) Orang. Sedangkan Angka Kematian Bayi Sebanyak 54 Orang Yaitu 10,28/1000 KH.

6. Penyebab Kematian Bayi

Penyebab Utama Dari Kematian Bayi Adalah Asfiksia Kelahiran, Pneumonia, Komplikasi Kelahiran Infeksineonatal, Diare, Malaria, Campak Dan Malagizi.

Beberapa Faktor Berkontribusi Pada Kematian Bayi Seperti Tingkat Pendidikan Ibu, Kondisi Lingkungan, Dan Infrastruktur Politik Dan Pengobatan.

Menyediakan Sanitasi, Akses Air Minum Bersih, Imunisasi Melawan Penyakit Infeksi, Dan Langkah Langkah Kesehatan Publik Lainnya Dapat Membantu Mengurangi Tingkat Kematian Bayi.

logo
SENTUH HATI Kabupaten Luwu Timur
Aplikasi Sentuh Hati Luwu Timur berbasis mobile dapat memudahkan masyarakat dalam melihat informasi gender dan data anak pada Kabupaten Luwu Timur.
logo logo

© SISTEM INFORMASI GENDER DAN ANAK (SIGA)